Mengenai Saya

Foto saya
terkadang agak arogan, hhe, tpi itu sih, sekali 24 x 356 hari,jadi jngan tkut,,,,hehe

Minggu, 30 Mei 2010

RENUNGAN AKAN KESENDIRIAN

Individualitas-sosialis, dua gabungan kata yang saling kontradiksi ini memang sangat absurd dan tak pernah di dengar orang banyak. Dengan kata lain bahwa aplikasi dan sikap seperti ini memang jarang ditemukan. Istilah ini secara etimologis ingin membenarkan sebuah sikap yang secara dzahir merupakan sikap individualistik – sehingga banyak orang yang menganggap orang seperti ini hanyalah ingin hidup sendiri – yang seakan-akan menghilangkan seluruh nilai kemanusiaan sebagai makhluk sosial menjadi hal yang positif dan bernilai sosial. Karena manusia terkadang perlu kesendirian untuk mengintrospeksi dan mengevaluasi diri dari segala aspek kehidupan dan juga ia akan bermanfaat bagi keseimbangan kepribadian yang dihasilakan oleh dialog pribadi terhadap realitas kehidupan. Hasil dari dialog atau percakapan pribadi ini seharusnya/harus diaplikasikan dan diaktualisasikan dalam bentuk dialog sosial sehingga menjadikannya dialog yang kompleks, dialog yang dimulai dari dialog terhadap diri sendiri dankemudian dilanjutkan dengan dialog sosial dan hasil dari dialog sosial ini kemudian diolah kembali dengan akal sehingga menghasilakan sebuah argumen.

Istilah ini pada hakekatnya ada pada jiwa manusia ketika ia pertama kali dilahirkan namun jarang yang memahaminya. Hal ini dianalogikan dengan fungsi manusia sebagai khalifah, khalifah bagi diri sendiri dan orang lain. Kuntowijoyo mengistilahkannya dengan humanis-teosentris. Inilah sebenarnya esensi “individualitas-sosialis”, merekontruksi pemikiran mayoritas masyarakat yang menganggap dan menghancurkan kerpibadian seseorang dengan sebutan individualis. Karena hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah “tujuan dari apa yang ia sikapi” bukan sikapnya itu sendiri. Walaupun memang kita tidak boleh meremehkan “sikap” eksternal seseorang. Akan tetapi, tetap sebagi prioritas adalah internal attitude-nya lah yang patut diperhatikan. Di dalamnya akan ada banyak alasan mengapa ia melakukan sesuatu yang jarang dilakukan oleh mayoritas orang, kesendirian.

Namun, kesendirian akan menjadi sebuah bencana bagi dirinya pribadi tatkala kesendirian telah memamkan jiwanya sehingga ia menjauhi kehidupan sosial – inilah sebenarnya yang salah dan patut dipersalahkan. Jika ada orang yang mengklaim bahwa sosok seseorang itu dalah sosok yang individual, lihatlah apakah ia ikut berorganisasi atau tidak. Apakah ia mempunyai teman atau tidak. Inilah seharusnya yang patut diperhatikan. Suatu sikap kritis bukanlah sikap yang partikular tetapi sebaliknya sikap kritis harus dijunjung tinggi dengan kemauan melihat segala aspek secara holistik dan komfrehensif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar